Kantin Kejujuran Penting Untuk Pengembangan Kepribadian Anak
Medan (ANTARA) – Penyediaan kantin kejujuran bagi siswa dianggap penting diterapkan seluruh sekolah di Sumatera Utara sebagai langkah awal yang baik untuk melatih pengembangan kepribadian anak, kata psikolog Universitas Medan Area (UMA), Irna Minauli,M.Psi kepada ANTARA di Medan, Kamis.
Penyediaan kantin kejujuran di sekolah merupakan langkah untuk melatih siswa bersikap jujur karena pada kantin tersebut siswa dilatih berbelanja makanan tanpa ada penjagaan dari pemilik kantin.
“Siswa dilatih untuk jujur dalam membayar dan mengambil kembalian dari uang jajanannya tersebut,” katanya.
Dengan terlatih untuk berprilaku jujur maka proses tersebut sudah mulai mengarah pada pengembangan emosional dan kereligiusannya. “Anak yang belajar jujur, maka akan memiliki kepribadian dan sikap yang baik,”ujarnya.
Penanaman sikap jujur melalui media kantin diharapkan adanya meningkatkan kesadaran untuk berbuat selalu berprilaku jujur tanpa harus ada orang yang melihat perbuatan tersebut.
“Kejujuran yang tertanam mulai dari lingkungan sekolah tersebut akan terbawa hingga masa dewasa mereka, sehingga akan menciptakan calon pemimpin-pemimpin bangsa yang jujur dan tidak korupsi,” katanya.
Upaya tersebut harus didukung dengan pendidikan kejujuran di rumah, sehingga anak tidak hanya berprilaku baik di sekolah, namun juga jujur terhadap orang tua dan lingkungan rumahnya.
Tenaga pendidik yang akan menerapkan kantin kejujuran, SMAN 3 Medan, Reny Agustina,S.Pd mengatakan, saat ini sekolah tersebut sedang merancang pola yang tepat untuk menyediakan kantin kejujuran tersebut.
Faktor dana dan ruang kantin tersebut masih menjadi kendala, namun diharapkan bisa terealisasi pada akhir 2009.
Pihak sekolah optimistis upaya tersebut akan berhasil meningkatkan kejujuran siswa. “Mengajarkan kejujuran tidak bisa sepihak dari sekolah, namun orang tua juga sangat berpengaruh untuk mendidik jujur,” katanya.(mel)
Sumber : Antara – Kamis, Agustus 20