Pilihlah Jawaban yang Paling Tepat !

  1. Bila si anak mulai menyesuaikan diri dengan adat istiadat atau perilaku kelompoknya maka anak tersebut sudah mulai …..
    1. Mengenal norma
    2. Belajar bergaul
    3. Memahami nilai
    4. Berintegrasi
    5. bersosialisasi
  2. Nilai dan norma social menjadi penentu …
    1. Martabat seseorang di masyarakat
    2. Agen sosialisai primer dan sekunder
    3. Bagaimana pola sosialisasi berlangsung dalam diri seseorang
    4. Diterima atau tidaknya seseorang dalam suatu kelompok social
    5. Kesamaan derajat dengan orang lain di masyarakat
  3. Jika seorang anak tidak pernah bersosialisasi maka …..
    1. Ia akan hidup sebagai orang yang berkepribadian ganda
    2. Ia akan mempunyai rasa percaya diri yang besar
    3. Ia tidak akan berperilaku seperti layaknya manusia
    4. Kemampuannya akan tetap sama seperti anak yang bersosialisasi
    5. Ia akan lebih terampil disbanding teman sebaya
  4. Apabila proses sosialisasi menemui kegagalan maka yang terjadi pada diri anak adalah ….
    1. Timbul perilaku yang tidak baik
    2. Perubahan sikap pada dirinya
    3. Timbul rasa lebih bertanggung jawab
    4. Timbul semangat baru
    5. Lebih bisa menghadapi tantangan
  5. Kemampuan berbahasa seorang anak berasal dari …
    1. Bakat yang ada dalam dirinya
    2. Pembawaan sejak lahir
    3. Kemampuan yang diperoleh dengan sendirinya
    4. Hasil proses belajar
    5. Hasil ciptaannya sendiri
  6. Agen sosialiasasi pada tahap awal pembentuk kepribadian anak adalah ….
    1. Teman bermain
    2. Teman belajar
    3. Keluarga
    4. Sekolah
    5. Media massa
  7. Iklan yang ditayangkan melalui media televise mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan hidup di masyarakat karena iklan berpotensi memicu ….
    1. Perubahan pola hidup di masyarakat
    2. Terjadinya benturan kepentingan
    3. Terjadinya kebrutalan anak-anak
    4. Timbulnya perilaku yang khas di masyarakat
    5. Perubahan pola pikir yang cenderung amoral
  8. Jika seseorang ingin diterima menjadi anggota kelompok social, maka ia harus menjalani proses ….
    1. Institusionalisasi
    2. Nasionalisasi
    3. Sosialisasi
    4. Normalisasi
    5. Internalisasi
  9. Salah satu factor pembentuk kepribadian seseorang adalah …
    1. Derajat
    2. Bahasa
    3. Agama
    4. Lingkungan fisik
    5. harta
  10. bagi orang tua dan masyarakat, sosialisai mempunyai arti penting sebagai …..
    1. alat untuk melestarikan nilai dan norma terhadap generasi berikutnya
    2. cara untuk menjaga wibawa keluarga dan masyarakat secara khusus
    3. alat untuk memperkenalkan masa kedewasaan anggota kelompoknya
    4. cara untuk mempelajari kesabaran dalam menghadapi lingkungan
    5. alat untuk melatih kemampuan berkomunikasi dengan sesamanya
  11. fungsi sosialisasi primer adalah ….
    1. Membentuk manusia yang professional
    2. Meletakkan dasar kepribadian individu
    3. Sebagai media transformasi budaya
    4. Membentuk individu siap kerja
    5. Member perlindungan individu dari gangguan
  12. Sosialisasi sekunder terjadi melelui agen-agen berikut, yaitu …
    1. Keluarga, masyarakat, dan sekolah
    2. Teman bermain, sekolah, dan media massa
    3. Sekolah, media massa dan keluarga
    4. Ayah, ibu dan anggota kerabat
    5. Tetangga, masyarakat dan keluarga
  13. Peranan sekolah dalam sosialisasi sangat berhubungan dengan kepastian ekonomi karena ….
    1. Semua sekolah dapat menciptakan lapangan pekerjaan
    2. Sekolah adalah tempat bermain dan belajar
    3. Sekolah mengajarkan keterampilan dan pengetahuan
    4. Kurangnya sekolah merupakan indicator kemiskinan suatu daerah
    5. Kualitas manusia ditentukan oleh tingkat pendidikan
  14. Proses sosialisasi primer yang tidak sempurna antara lain disebabkan oleh ….
    1. Anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat
    2. Terjadinya peperangan atau disintegrasi keluarga
    3. Perubahan masyarakat yang terlalu cepat dan mendasar
    4. Kenakalan remaja yang semakin gencar dan meresahkan
    5. Tidak adany kepastian hokum di masyarakat
  15. Salah satu contoh fungsi media massa dalam sosialisasi sekunder adalah ….
    1. Membuat masyarakat menjadi konsumtif
    2. Menanamkan nilai-nilai yang sifatnya fundamental
    3. Membudayakan masyarakat selalu bertindak secara formal
    4. Menanamkan rasa tentram dan damai melalui berita yang dsajikan
    5. Menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat
  16. Masa dimana seorang anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya dengan meniru disebut ….
    1. Play stage
    2. Game stage
    3. Generalized stage
    4. Masa akil baligh
    5. Masa kanak-kanak
  17. Tahap dimana seorang anak tidak hanya mengetahui peranan yang dijalankannya, tetapi mengetahui peranan yang dijalankan orang lain dengan siapa dia berinteraksi adalah ….
    1. Play stage
    2. Game stage
    3. Generalized stage
    4. Masa akil baligh
    5. Masa kanak-kanak
  18. Tahap dimana seorang anak telah memahi peranan orang lain yang lebih luas dan melalui interaksi pula ia mampu memilih peranan yang ia kehendaki disebut …..
    1. Play stage
    2. Game stage
    3. Generalized stage
    4. Masa akil baligh
    5. Masa kanak-kanak
  19. Sosialisasi melalui lembaga-lembaga yang berwenang merupakan tipe sosialisasi ….
    1. Formal
    2. Informal
    3. Material
    4. Immaterial
    5. primer
  20. Sosialisasi dalam pergaulan merupakan tipe sosialisasi ….
    1. Formal
    2. Informal
    3. Material
    4. Immaterial
    5. Primer
  21. Pengertian sosialisasi yang benar adalah …..
    1. Proses penerimaan dan pembelajaran individu tentang norma dan nilai yang berlaku
    2. Proses penyesuaian diri terhadap lingkungan alam dan lingkungan fisik
    3. Proses penyesuaian diri dengan kehidupan masyarakat
    4. Proses penyesuaian unsur-unsur yang sesuai dengan kehidupan masyarakat
    5. Proses perubahan individu dari yang sederhana menuju modern
  22. Tujuan proses sosialisasi adalah penanaman kemampuan-kemampuan berikut, kecuali ….
    1. Keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup
    2. Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif  dan efektif
    3. Membantu pengendalian fungsi-fungsi organic
    4. Keterampilan mengelola keuangan keluarga
    5. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada dalam masyarakat
  23. Jika orang tua tidak dapat menjalankan proses sosialisasi dengan baik kepada anak-anaknya maka dampak bagi anak-anak adalah …..
    1. Tidak ada pengaruh terhadap anak-anaknya
    2. Kemungkinan kepribadian anak menjadi tangguh
    3. Anak menjadi semakin mandiri
    4. Kemungkinan kepribadian anak kurang berkembang dengan baik
    5. Tidak masalah karena lingkungan akan membimbingnya
  24. Proses menerima dan belajar individu mengenai norma dan nilai pertama kali diperoleh di lingkungan …..
    1. Keluarga
    2. Lingkungan bermain
    3. Sekolah
    4. Keluarga luas
    5. masyarakat
  25. perhatikan agen-agen sosialisasi berikut !

(1)   keluarga

(2)   sekolah

(3)   lingkungan bermain

(4)   lingkungan kerja

yang termasuk agen sosialisasi sekunder sesuai data di atas adalah nomor ….

  1. (1), (2), dan (3)
  2. (1), (2), dan (4)
  3. (1), (3), dan (4)
  4. (2), (3), dan (4)
  5. (3) dan (4)
  6. Media sosialisasi yang berperan dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan, serta membentuk kepribadian individu yang mandiri dan sesuai dengan nilai dan norma masyarakat adalah ….
    1. Teman bermain
    2. Keluarga
    3. Sekolah
    4. Media massa
    5. pasar
  7. Masuknya informasi melalui internet, televise, dan surat kabar dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. Hal ini merupakan penanaman nilai melalui …..
    1. media pendidikan
    2. media elektronik
    3. media massa
    4. media cetak
    5. sekolah
  8. Proses sosialisasi yang berlangsung pada tahap seseorang dianggap dewasa berada pada tahap ….
    1. Preparatory stage
    2. Play stage
    3. Game stage
    4. Generalized stage
    5. Game stage dan generalized stage
  9. Sosialisasi dalam keluarga yang menekankan pada penggunaan hukuma terhadap kesalahan anak merupakan ciri  sosialisasi ….
    1. Represif
    2. Partisipatoris
    3. Formal
    4. Informal
    5. primer
  10. Di bawah ini merupakan factor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang, kecuali ….
    1. Warisan biologis
    2. Kebudayaan
    3. Pengalaman unik
    4. Pengalaman kelompok
    5. Pengalaman gaib
  11. Individu banyak mengenal nilai, norma, dan peran social melalui proses pergaulan atau interaksi dengan masyarakat sekitar. Proses belajar tersebut dalam sosiologi dinamakan ….
    1. Integrasi
    2. Enkulturasi
    3. Sosialisasi
    4. Konsolidasi
    5. interseksi
  12. Di sekolah, pergaulan  para siswa dengan teman maupun guru diatur secara jelas. Proses sosialisasi yang terjadi tergolong berbentuk …..
    1. Formal
    2. Non-formal
    3. In-formal
    4. Komunal (kelompok masyarakat)
    5. Individual
  13. Arman yang dulunya berambut hitam tiba-tiba mengubahn warna rambutnya menjadi pirang. Tindakan Arman tersebut dilakukan setelah sering melihat artis idolanya di televise yang juga berambut pirang. Agen sosialisasi dari kasus tersebut adalah …
    1. Keluarga luas
    2. Teman sepermainan
    3. Sekolah formal
    4. Lingkungan kerja
    5. Media elektronik
  14. Proses sosialisasi primer terjadi dalam lingkungan ….
    1. Teman bermain
    2. Tempat kerja
    3. Sekolah
    4. Keluarga
    5. masyarakat
  15. Media sosialisasi yang berfungsi memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan daya intelektual adalah ….
    1. Keluarga
    2. Teman bermain
    3. Sekolah
    4. Media massa
    5. masyarakat
  16. Berikut ini yang bukan merupakan media sosialisasi sekunder adalah ….
    1. Teman bermain
    2. Tempat kerja
    3. Sekolah
    4. Keluarga
    5. Media massa
  17. Seseorang yang telah menyadari kedudukan, tugas, dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat, berarti ia sudah pada tahap sosialisasi ….
    1. Preparatory stage
    2. Play stage
    3. Game stage
    4. Generalized others
    5. Significant others
  18. Seseorang mempunyai sifat rendah diri karena penyakit keturunan yang diderita. Hal ini merupakan salah satu contoh bahwa kepribadian seseorang dipengaruhi oleh factor ….
    1. Warisan biologis
    2. Lingkungan fisik
    3. Kebudayaan
    4. Pengalaman kelompok
    5. Pengalaman unik

Kantin Kejujuran Penting Untuk Pengembangan Kepribadian Anak


Medan (ANTARA) – Penyediaan kantin kejujuran bagi siswa dianggap penting diterapkan seluruh sekolah di Sumatera Utara sebagai langkah awal yang baik untuk melatih pengembangan kepribadian anak, kata psikolog Universitas Medan Area (UMA), Irna Minauli,M.Psi kepada ANTARA di Medan, Kamis.

Penyediaan kantin kejujuran di sekolah merupakan langkah untuk melatih siswa bersikap jujur karena pada kantin tersebut siswa dilatih berbelanja makanan tanpa ada penjagaan dari pemilik kantin.

“Siswa dilatih untuk jujur dalam membayar dan mengambil kembalian dari uang jajanannya tersebut,” katanya.

Dengan terlatih untuk berprilaku jujur maka proses tersebut sudah mulai mengarah pada pengembangan emosional dan kereligiusannya. “Anak yang belajar jujur, maka akan memiliki kepribadian dan sikap yang baik,”ujarnya.

Penanaman sikap jujur melalui media kantin diharapkan adanya meningkatkan kesadaran untuk berbuat selalu berprilaku jujur tanpa harus ada orang yang melihat perbuatan tersebut.

“Kejujuran yang tertanam mulai dari lingkungan sekolah tersebut akan terbawa hingga masa dewasa mereka, sehingga akan menciptakan calon pemimpin-pemimpin bangsa yang jujur dan tidak korupsi,” katanya.

Upaya tersebut harus didukung dengan pendidikan kejujuran di rumah, sehingga anak tidak hanya berprilaku baik di sekolah, namun juga jujur terhadap orang tua dan lingkungan rumahnya.

Tenaga pendidik yang akan menerapkan kantin kejujuran, SMAN 3 Medan, Reny Agustina,S.Pd mengatakan, saat ini sekolah tersebut sedang merancang pola yang tepat untuk menyediakan kantin kejujuran tersebut.

Faktor dana dan ruang kantin tersebut masih menjadi kendala, namun diharapkan bisa terealisasi pada akhir 2009.

Pihak sekolah optimistis upaya tersebut akan berhasil meningkatkan kejujuran siswa. “Mengajarkan kejujuran tidak bisa sepihak dari sekolah, namun orang tua juga sangat berpengaruh untuk mendidik jujur,” katanya.(mel)

Sumber : Antara – Kamis, Agustus 20

KPK Akan Evaluasi Kantin Kejujuran

Denpasar (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengevaluasi program kantin kejujuran yang terdapat di sekolah-sekolah yang tersebar di Indonesia.

Sekjen KPK Bambang Sapto Pratomosunu seusai penandatanganan kesepakatan bersama mengenai penerapan tata pemerintahan yang baik pada Pemerintah Kota Denpasar di Denpasar, Rabu mengemukakan, evaluasi ini dilakukan menyusul bangkrutnya beberapa kantin yang menitikberatkan pada kesadaran pembeli atau siswa dengan alasan merugi.

“Mekanisme evaluasi akan dilakukan dengan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang memiliki kantin kejujuran, dimana kunjungan dilakukan setiap semester sehingga dapat diketahui perkembangan tiap semester,” katanya.

Petugas dan pengurus kantin kejujuran juga diharapkan memberikan informasi balik, apalagi sampai terjadi kerugian pada kantin kejujuran. Namun demikian, ia belum bisa memastikan dimulai evaliasu setiap semester tersebut.

Menurut dia, macetnya operasional beberapa kantin kejujuran bukanlah sebuah kegagalan, tetapi merupakan bagian dari sebuah perjalanan program yang memerlukan dorongan untuk lebih optimal dalam pelaksanaanya di masa depan.

“Jika memang terjadi kemacetan operasional yang menyebabkan kerugian maka harus ada analisis untuk mengetahui penyebab munculnnya kerugian,” katanya.

Ia melanjutkan, jika dilihat secara menyeluruh, hanya beberapa kantin kejujuran pada beberapa sekolah yang mengalami kemacetan operasional, namun di lain pihak juga harus dilihat kantin kejujuran yang terus beroperasi dan terus berkembang.

Kedepan, kata dia, sudah saatnya para pengurus kantin kejujuran memberikan masukkan apa yang menyebabkan kemajuan dan kegagalan sebuah kantin tersebut.

Dia memaparkan, hasil analisis sementara, bisa jadi kegagalan operasional kantin kejujuran pada beberapa sekolah akibat informasi yang belum terbuka, sehingga siswa belum memahami manfaat dari kantin kejujuran.

Berbeda dengan pelaksanaan di negara-negara maju, katanya, dimana setiap produk memiliki mesin produk dan pembeli akan membayar dengan koin seharga produk yang akan dibeli. Indonesia, katanya, akan menuju kesana dan kita tidak putus asa karena hal itu belum terwujud.

Kabag Humas Pemerintah Kota Denpasar Erwin Suryadarma mengakui tidak begitu tahu jika beberapa kantin kejujuran di beberapa sekolah di Denpasar sudah tidak beroperasi lagi. Sebab selama ini tidak pernah mendapatkan informasi ataupun laporan dari masing-masing sekolah yang menerapkan kantin kejujuran.

“Tapi saya belum tahu sejauh mana evaluasi dari kantin kejujuran itu” ucapnya.

Ia menjelaskan kantin kejujuran selama ini masih bersifat pilot project yang dikembangkan oleh Kejaksaan Tinggi Bali (Kejati Bali). Kedepan jika pilot project ini berkembang dan berhasil tentunnya pemerintah Kota Denpasar akan mendukung dan langsung terlibat dalam pengembangannya.

Sumber: Antara – Kamis, Agustus 27

Kejati Anjurkan Kantin Kejujuran

POLMAN, KOMPAS.com - Kejati Sulawesi Selatan dan Barat, Adjat Sudradjat setelah mengadakan kunjungan kerja ke Provisni Sulawesi Barat ingin menyatukan visi dalam penegakan hukum dengan langkah awal membentuk kantin kejujuran di setiap sekolah. Kunjungan yang seringkali disebutnya sebagai bertandang silaturahim itu mendapatkan tanggapan yang baik dari para pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (12/8).
Menurut dia, di Provisni Sulsel melalui  kerja sama dengan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulsel telah membentuk 552 kantin kejujuran yang terletak di sekolah-sekolah dengan orientasi untuk membangun akhlak dan jiwa generasi muda sebagai generasi yang sadar akan hukum dan patuh terhadap aturan yang diberlakukan.
Kantin-kantin kejujuran yang telah terbentuk tersebut akan diresmikan oleh Gubernur Sulsel setelah bulan ramadhan nanti atau sehabis Indul Fitri.
Setelah membentuk kantin kejujuran, Kejati Sulselbar akan membangun kerja sama dengan muballig-muballig muda untuk menyampaikan orasi kejujuran kepada seluruh masyarakat dengan cara tablig.

Hal itu dilakukan berdasar pada hukum yang telah berlaku, untuk menjalankan visi penegakan hukum, Kejati SulselBar tidak terlepas dari dari konsideran secara agamis, menurutnya, sebagai seorang pemimpin tidak boleh lepas dari sifat kepemimpinan Rasulullah sebagai utusan Allah.

Dari penjelasan Bupati Polewali Mandar, A. Alibal Masdar tentang bagaimana Polman mengelola anggaran APBD yang sangat kecil yang ternyata mampu mengaliri seluruh lini yang betul mebutuhkan, Kejati Sulselbar sangat salut atas manajemen yang diberlakukan oleh Bupati Polman sehingga dana APBD mampu menjangkau hingga ke orang-orang miskin.
Kejati Sulselbar mengatakan bahwa biarpun kualitatas SKPD berada pada peringkat pertama dan mempunyai APBD yang cukup  besar, namun pengembangan pembangunan tidak sama sekali nampak maka itupun jauh lebih buruk ketimbang Kabupaten yang mempunyai APBD yang sedikit namun perkembangan pembangunan tampak dan program pengentasan kemiskinan berjalan dengan baik seperti Polewali Mandar ini.
Selanjutnya pertemuan silaturahim yang dilaksankan di aula pendopo rumah jabatan Bupati Polman yang dihadiri oleh seluruh kepala SKPD  Polman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar juga menawarkan untuk membuka kantin kejujuran di setiap SKPD untuk melihat loyalitas kejujuran.

Sumber:  Kompas, Kamis, 13 Agustus 2009 | 01:14 WIB

Jaringan Trafficking (perdagangan manusia) berhasil dibongkar POlresta dan Polwil Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 40 perempuan berusia 15 sampai 20 tahun, diamankan Polwil Bogor. Mereka diduga menjadi korban mafia trafficking yang beroperasi di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang dan Bekasi.

Kasus ini bisa terbongkar berawal dari informasi yang mengatakan bahwa di sejumlah pub dan karaoke di bilangan Jakarta mempekerjakan banyak perempuan asal Bogor sebagai penghibur. Dari informasi tersebut, kemudian polisi bergerak dan akhirnya 40 perempuan dibawah umur tersebut dijemput petugas dari mess di wilayah Lokasari, Jakarta Pusat.

Kemudian ke-40 wanita penghibur tersebut diperiksa secara maraton di Polresta Bogor dan Mapolwil Bogor. Sebagian korban ini satu persati dijemput anggota keluarganya. Namun sebagian korban kebingungan karena tidak semua korban di Bogor melainkan di Lampung, Kalimantan dan Jakarta.

Sindikat penjualan anak ini terungkap pula setelag salah satu orangtua korban kehilangan anaknya. Korban diiming-imingi pekerjaan dengan gaji besar. Namun setelah di penampungan, pelaku menjerat korban dengan alasan telah berutang jutaan rupiah.

Untuk melunasinya, korban dijual pada pria hidung belang dengan tarif Rp 300 ribu hingga Rp 500.000,-. Namun korban hanya menerima bayaran sebesar Rp 70.000,- sisanya untuk membayar utang. Dua anggota sindikat penjualan anak ini kini diperiksa petugas kepolisian.

LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS

Dalam Rangka 80 Tahun Sumpah Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk Penulis Artikel Kepemudaan.

Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk esai dengan tema “80 Tahun Kontribusi Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa”.
2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.
7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas A4, font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda.
8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah.
9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar naskah
10. Naskah dikirim rangkap 3 (tiga).

Persyaratan Penghargaan Penulis:
1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Januari –
September 2008 yang bertema Kepemudaan.
2. Melampirkan artikel (atau fotokopinya) yang telah dimuat sebanyak tiga rangkap.
3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia)
4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Mencantumkan “Penghargaan Penulis” di sudut kiri amplop.

Persyaratan Teknis :
1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail)
2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis dikirim ke:
Panitia Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional dan Penghargaan Penulis
d.a Rumah Cahaya FLP
Jl. Keadilan Raya No 13 Blok XVI Depok Timur 16418
3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 3 Oktober 2008

HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis:
Juara I: Rp2.500.000,-
Juara II: Rp2.000.000,-
Juara III: Rp1.500.000,
3 pemenang hiburan @ Rp500.000,-

* Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlingkarpena.net dan http://forumlingkarpena.multiply.com pada 18 Oktober 2008.
* Pemenang pertama Lomba Karya Tulis dari setiap kategori dan pemenang utama Penghargaan Penulis yang berdomisili di Indonesia akan diundang ke Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2008 dengan biaya kedatangan ditanggung panitia

Acara ini diselenggarakan oleh :
Deputi Bidang Pemberdayaan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (dikasi logo, dit)

Didukung oleh: ANNIDA & Lingkar Pena Publishing House

Keterangan lebih lanjut hubungi
Maryati (021) 573 8158, Koko 0813 67675459, Denny 0899 9910037

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.